Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) adalah bentuk
integrasi ekonomi asean dalam artian adanya sistem perdagangan bebas antara
negara-negara Asean.
Kesiapan saya sendiri
untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kita harus
benar-benar siap menghadapi MEA ini sendiri dan juga kita harus lebih mengasah
keterampilan diri kita sendiri karena dalam sistem perdagangan bebas ini
tantangannya berada pada keahlian yang kita punya sendiri jangan sampai kita
hanya menjadi pasar saja, tetapi kita harus juga mampu sebagai penghasil
produk. Karena keuntungan dari diadakannya pasar bebas ini kita bebas mencari
pekerjaan seluas-luasnya dinegara mana saja/negara yang kita inginkan karena
kita akan dipermudah saat membuat paspor untuk keluar masuk negeri orang.selain
itu akan terjadi arus bebas produk java,investasi,tenaga kerja,dan modal,yang
semuanya akan berada pada prinsip pasar terbuka bebas hambatan.
MEA (masyarakat ekonomi asean) sudah didepan
mata, pemerintah membentuk sebuah komite sebagai titik awal pengawasan pelaksanaannya
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dan kita harus lebih mengatur
strategi lagi dalam upaya menghadapi MEA ini sendiri, seperti
penggunaan produk dalam negeri, perbaikan infrastruktur dan perbaikan sistem
logistik nasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan
membangun industri yang berbasis nilai tambah itu sendiri dan selayaknya kita
harus mengetahui tentang kurangnya pada dukungan dibidang infrastruktur itu
sendiri, buruknya sistem transportasi, lemahnya dalam perangkat hukum, serta
juga terbatasnya sumber daya manusia (SDM) yang merupakan penghambat utama
dari yang dihadapi bangsa ini. Sudah lumrah sekali kita mendengar
bahwa infrastruktur yang buruk ini sering sekali menyebabkan tingginya biaya
produksi yang menyebabkan barang lokal sendiri tidak mampu bersaing didalam
negeri kita sendiri.
Dalam masyarakat ekonomi asean (MEA) ini
sendiri mungkin kita harus menerapkan standard mutu kerja dan standard mutu
untuk produk atau jasa yang akan masuk kepasar indonesia, memperbaiki dalam
sistem pengelolaan ekspor maupun impor serta juga harus memperketat dalam
mengawasi ekspor maupun impor. Selain itu kepentingan untuk memperluas akses
pasar diluar negeri. Dlam hal menerapkan penerapan stadard mutu, kita
sebenarnya juga sudah memiliki undang-undang perdagangan yang salah satunya
juga mengatur bahwa produk yang masuk keindonesia ini harus memenuhi standard
yang telah ditetapkan dinegeri kita sendiri yaitu indonesia.
Akan tetapi dalam beberapa kasus belakangan
ini sendiri kita masih menemukan produk-produk makanan, minuman, dan juga
obat-obatan yang belum ada label halal, tidak tercantumnya tanggal kadaluarsa
dalam produk yang diedarkan dalam masyarakat luas meskipun kadang juga ada
tanggal kadaluarsanya sipemilik toko sendiri terkadang juga masih ada saja yang
dipajang ditokonya entah itu disengaja maupun keteledoran sang pemilik toko itu
sendiri, tidak adanya izin dari BUMN sendiri, dan juga masih ada
label yang tidak berbahasa indonesia sudah bisa masuk kapasar-pasar dalam negeri
kita ini, terutama pada wilayah-wilayah yang berdekatan atau berada disamping
negeri kita sendiri seperti pada daerah kalimantan yang ada tiga negara yaitu
kalimantan ini sendiri, Malaysia, dan Brunai Darussalam. Pada dalam suatu pulau
yang memang kita ketahui pada daerah perbatasan seperti daerah kalimantan ini
sendiri memang rawan akan masuknya produk-produk barang yang memang harganya
labih murah dan memang kita sadari dalam daerah perbatasan ini juga pemerintah
berperan penting dalam kawasan ini, terkadang orang-orang yang tinggal
dalam daerah kawasan perbatasan memilih membeli kenegara tetangga dari pada
didaerah sendiri hal ini juga karena faktor jalan yang sangat rusak parah dan
tak ada perbaikan jalan sama sekali, pada faktor inilah orang-0rang yang hidup
dikawasan perbatasan akan lebih memilih membeli produk-produk makanan, minuman,
obat-obatan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya pada negara tetangga
yang jalan dan infrastrukturnya itu lebih baik.
Dan hal yang tak kalah pentingnya itu untuk
segera dilakukannya daerah perluasan akses pasar diluar negeri(ASEAN). Dalam
hal ini sangat penting dilakukan karena ekspor indoesia kepasar
ASEAN mencapai 23% ,hal ini terjadi karena tujuan ekspor indonesia sendiri
masih tertuju pada pasar tradisional seperti amerika serikat, tiongkok, dan
jepang. Padahal jika memperhatikan lebih dalam lagi banyak negara-negara yang
pendapatannya tinggi-tinggi denan perlahan-lahan yang mulai pulih kembali dari
hutang yang tidak sedikit pula karena krisis keuangan global ,dan permintaan mereka
terhadap barang impor lebih sedikit dari pada sebelumnya dan ini juga menjadi
bukti bahwa perluasan akses pasar dinegara-negara ASEAN sendiri menjadi lebih
penting.
Dalam perdagangan bebas ini sendiri kawasan
memang dapat menjadi peluang emas sekaligus tantangan. Dalam sisi ini dapat
membuka pasar bagi para industri yang ada didalam negeri yang semakin meningkat
saja. Namun pada sisi lain apabila indonesia ini sendiri tidak menyiapkan diri
dengan baik. Maka, akan menjadi pasar bagi para gempuran produk-produk asing
yang dapat menghancurkan kemampuan produktifitas dalam negeri kita sendiri.
Dapat dikatakan bahwa ndonesia masih belum
sepenuhnya siap untuk menghadapi masyarakat ekonomi asean(MEA), meskipun diatas
kalimat pertama saya mengatakan kita harus siap dalam menghadapi masyarakat
ekonomi asean (MEA) ini sendiri. Dikarenakannya pada factor
infrastruktur yang, asih perlu diperbaiki dan masih diperlukannya sosialisasi
kepada pengusaha-pengusaha kecil, pengusaha menengah,dan pengusaha besar.juga
para pekerja serta masyarakat luas. Karena masih banyak masyarakat dan
pengusaha serta pekerja yang masih belum mengetahui tentang masyarakat ekonomi
aesan(MEA) itu sendiri. Padahal MEA ini sudah berada didepan mata kita.
Oleh karena itu pemerintah harus bekerja sama
untuk mempersiapkan indonesia yang lebih maju lagi dan juga untuk menghadapi
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Kita juga tidak boleh hanya mengandalkan
kementrian perdagangan saja. Dan kemudian lebih baik Badan Standarisasi
Indonesia (BSN) juga harus membuat standar kualitas yang dihasilkan oleh
produksi hasil indonesia sendiri agar dapat bersaing dengan para anggota ASEAN
yang lainnya. Dan tentunya sebagai warga negara yang baik kita selalu
mengharapkan masyarakat ekonomi asean (MEA) yang akan dimulai nanti pada
desember 2015 nanti dapat membawa kebaikan bagi seluruh warga bangsa.
Walaupun begitu kita juga tidak boleh
mengatakan kalau kita tidak siap untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean
(MEA)ini sendiri, karena ini sudah berjalan sesuai komitmen. Yang paling
penting kita sekarang harus terus meningkatkan daya saing yang begitu kuat. Dan
kita harus mempunyai daerah yang bersaing tingkat tinggi. karena negara-negara
ASEAN juga telah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi
Asean (MEA) ini. Pekerja asing dan produk asing mungkin akan
menyerbu indonesia saat diberlakukannya MEA ini .
Dengan sejumlah program dan strategi dalam
bidang pendidikan kemendikpud untuk menyiapkan kita agar mampu bersaing didunia
kerja dan industri yang mereka siapkan agar menjadi pekerja yang lebih terampil
lagi dan mempunyai potensi untuk berkompetisi dengan tenaga asing dari
negara-negara lain ASEAN. Salah satu terobosan yang dilakukan oleh kemendikbud
adalah dengan ujian kompetensi juga .program ini bertujuan untuk meningkatkan
kualitas peserta didik kursus dan pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan
didalam dunia kerja yang diinginkannya.
Masyarakat Ekonomi Asean(MEA) adalah babak
baru bagi indonesia dalam menghadapi keterjajahan dibidang ekonomi. Kerjasama
dalam bidang ekonomi yang seharusnya landasan bagi para masyarakat agar lebih
menjadi masyarakat yang sejahtera malah akan menjadi ancaman peningkatan
kemiskinan. Dampak kebijakan yang diterapkan sudah amat sangat
menjatuhkan tingkat kesejahteraan rakyat, kini ditambah lagi dengan adanya
agenda liberisasi yang akan lebih diperluas lagi yang tentunya akan menjadi
liberisasi yang lebih luas dan lebih mendalam lagi melalui MEA (Masyarakat
Ekonomi Asean).
MEA sendiri mempunyai empat pilar
yang nantinya akan diberlakukan diseluruh negara yang tergabung didalam ASEAN
seperti pasar tunggal dan basis produksi, membangun kawasan dengan ekonomi yang
berdaya saing cukup tinggi maupun bersaing yang cukup kuat, membangun kawasan
dengan ekonomi yang merata ataupun merata, membangun kawasan yang dengan
integritasnya penuh terhadap perekonomian global.
Dengan diadakannya Masyarakat Ekonomi Asean
(MEA) ini kita lebih dimudahkan dalam mencari pekerjaan karena lapangan
pekerjaan yang disediakannya lebih banyak mungkin juga bisa bertambah dua kali
lipat. Namun, kita harus menyadari jika dengan adanya pasar bebas ini kita akan
lebih banyak mendapatkan pekerjaan otomatis perusahaan juga akan lebih banyak
berdiri dinegeri kita maupun dinegara-negara ASEAN lainnya.kita tidak boleh hanya
menjadi pelamar pekerjaan saja, namun kita juga harus bisa menjadi direktur
didalam perusahaan tersebut, kita juga harus pintar-pintar mengatur strategi
dalam dunia bekerja, apalagi sekarang kita sudah akan menghadapi pasar bebas
ini. Dalam pasar bebas ini kita harus mengasah lebih tajam lagi keahlian dalam
dunia kerjaan yang akan kita hadapi.
Dalam dunia pekerjaan seperti pasar bebas ini
mungkin harus mempunyai sertifikasi dalam dunia pekerjaan atau orang yang sudah
memang sudah tau dalam dunia pekerjaan. Dalam dunia pekerjaan kita dituntut
dalam beberepa aspek yaitu: dalam kemampuan bekerja kita sudah berpengalaman
dalam pekerjaan yang akan kita lakukan, kemapuan moral dan pengetahuan yang
cukup luas tentang dunia pekerjaan ini, mampu bertanggungjawabkan semua yang
dia lakukan, dalam bekerja setiap orang dituntut jujur dalam setiap pekerjaan,
cara berpakaian yang menarik tetapi dituntut untuk berpakaian yang sopan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar