Pada
era ini, persaingan menjadi sesuatu yang tak bisa dihindari. Persaingan tenaga
kerja terjadi di semua tempat mulai dari level terendah hingga internasional, p
ersaingan tenaga kerja sangatlah kuat. Ditambah lagi Pemberlakuan Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA) membuat tenaga kerja Indonesia akan bersaing ketat dengan
tenaga kerja asing. Persaingan tenaga kerja akan semakin ketat menjelang
pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau Pasar Bebas ASEAN tahun 2015.
Indonesia dan negara-negara di wilayah Asia Tenggara akan membentuk sebuah
kawasan yang terintegrasi yang dikenal sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
MEA merupakan
singkatan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN yang memiliki pola mengintegrasikan
ekonomi ASEAN dengan cara membentuk sistem perdagangan bebas atau free trade
antara negara-negara anggota ASEAN. tenaga kerjamenjadi sektor
paling mengkhawatirkan menghadapi era pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Banyak pihak yang meyakini tenaga kerja asing, utamanya dari Malaysia dan
Singapura akan menyerbu Indonesia. Banyak dari para tenaga kerja asing itu,
utamanya Malaysia yang lulusan perguruan tinggi ternama di Indonesia. Karena
persaingan lebih terbuka tentu tidak bisa ditolak. Diperkirakan mereka bahkan
akan menempati jabatan manajerial ke atas. Jadi satu-satunya jalan ialah
meningkatkan daya saing kita. Di Indonesia, dari sisi tenaga kerja, globalisasi
memberikan kesempatan yang setara bagi Warga Negara Asing maupun Warga Negara
Indonesia untuk mencari pekerjaan di Indonesia. Sehingga tentunya dibutuhkan
banyak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk menghindari SDM
Indonesia menjadi pengangguran di negeri sendiri. Kekhawatiran ini cukup
beralasan karena pada tataran realita dalam kurun waktu 2005 sampai dengan 2009
terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Indonesia.
Pemerintah Indonesia
melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menggagas sejumlah langkah
strategis untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di tengah semakin ketatnya
persaingan global. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengatakan
daya saing tenaga kerja Indonesia harus terus di genjot untuk memastikan
Indonesia bisa semakin kompetitif dan keluar sebagai pemenang di era persaingan
global saat ini.
Menurut
Hanif, peningkatan kompetensi tenaga kerja adalah prioritas utama saat ini
untuk memperoleh tenaga kerja terampil. Saat ini jumlah tenaga kerja terampil
di Indonesia sekitar 57 juta dan Indonesia merupakan negara dengan ekonomi
terbesar ke-16 di dunia. Menaker memproyeksikan pada 2030, Indonesia diprediksi
menjadi negara dengan ekonomi terbesar ketujuh di dunia. Syaratnya, jumlah
tenaga kerja terampilnya sekitar 113 juta.
Untuk
mencapai tenaga kerja terampil hingga 113 juta tersebut, lanjut Hanif,
pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri, perlu dukungan dunia usaha,
kalangan industri, dan para manajer SDM. Para elemen ini harus terlibat aktif
dalam program percepatan peningkatan kompetensi yang diselenggara kan
pemerintah sehingga peran pemerintah dan swasta saling melengkapi. Kemenaker
tengah menggenjot skema pelatihan kerja. Skema ini mesti menjadi prioritas
negara, swasta, masyarakat sipil, termasuk serikat pekerja/serikat buruh.
Pemerintah, dunia usaha, serikat pekerja, dan masyarakat harus investasi lebih
banyak untuk pelatihan kerja supaya kompetensi tenaga kerja meningkat dan bisa
terserap di pasar kerja. Menurut Hanif, kunci semua itu adalah peningkatan
akses dan mutu pelatihan kerja, agar semua orang bisa mendapatkan akses
pelatihan kerja di mana saja dengan mutu pelatihan yang baik. Dia juga berharap
agar di semua daerah memiliki balai pelatihan kerja atau semacamnya yang
bermutu baik dan bisa diakses oleh siapapun yang ingin meningkatkan kompetensi.
Balai latihan kerja perlu didampingi tempat uji kompetensi dan lembaga
sertifikasi profesi agar tenaga kerja terlatih bisa mendapatkan sertifikasi
profesi.
Daftar Pustaka :
Sholihah, Himmatus. 2016 . Persaingan Tenaga Kerja
di Indonesia.
Indrawan, Angga. 2016. Menaker : Persaingan Tenaga Kerja Tak Bisa
Dihindari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar