Senin, 11 April 2016

INDUSTRIALISASI
         Industrialisasi adalah suatu proses perubahan social ekonomi yang mengubah sistem pencaharian masyarakat industri. Industrialisasi juga bisa diartikan sebagai suatu keadaan dimana masyarakat berfokus pada ekonomi yang meliputi pekerjaan yamg semakin beragam (spesialisasi), gaji, dan penghasilan yang semakin tinggi. Industrialisasi adalah bagian dari proses modernisasi dimana perubahan social dan perkembangan ekonomi erat hubungannya dengan inovasi teknologi. Dalam Industrialisasi ada perubahan filosofi manusia dimana manusia mengubah pandangan lingkungan sosialnya menjadi lebih kepada rasionalitas (tindakan didasarkan atas pertimbangan, efisiensi, dan perhitungan, tidak lagi mengacu kepada moral, emosi, kebiasaan atau tradisi).
A.Konsep dan Tujuan Industrialisasi
         Awal konsep industrialisasi Revolusi industry abad 18 di inggris penemuan metode baru dalam permintaan dan penemuan kapas yang menciptakan spesialisasi produksi dan peningkatan produktivitas factor produksi. Industrialisasi suatu proses interkasi antara perkembangan teknologi, inovasi, spesialisasi dan perdagangan dunia untuk meningkatan pendapatan masyarakat dengan mendorong perubahan struktur ekonomi.
         Industrialisasi merupakan salah satu strategi jangka panjang untuk menjamin pertumbuhan ekonomi. Hanya beberapa Negara dengan penduduk sedikitdan kekayaan alam melimpah seperti Kuwait dan Libya ingin mencapai pendapatan yang tinggi tanpa Industrialisasi.
Tujuan pembangunan industri nasional baik jangka menengah maupun jangan panjang ditujukan untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan baik disektor industri maupun untuk mengatasi pernasalahn secara nasional, yaitu:
·       Meningkatkan penyerapan tenaga kerja industri.
·       Meningkatkan ekspor Indonesia dan pemberdayaan pasar dalam negeri.
·       Memberikan sumbangan pertumbuhan yang berarti bagi perekonomian.
·       Mendukung perkembangan sektor Infrastruktur.
·       Meningkatkan kemampuan teknologi.
·       Meningkatkan pendalaman struktur industri dan diversifikasi produk.
·       Meningkatkan penyebaran industri.
B. Faktor pendorong industrialisasi diantaranya :
o   Kegunaan alam yang melimpah.
o   Jenis lingungan alam yang terbesar di Indonesia sekarang dapat menimbulkan interaksi antara daerah.
o   Letak Indonesia yang strategis untuk pemasaran produk industry.
o   Jumlah penduduk yang cukup besar.
o   Adanya penurunan modal asing di Indonesia.
o  Jalur pemerintahan lebih banyak, sekarang lebih efisien untuk transfortasi hasil indutri.
o  Faktor penghambat pembangunan industri dan industri, diantaranya:
o  Kualitas sumber daya manusia yang kurang.
o  Tergantung dengan suasana social dan politik, dimana sering tidak mampu
o  Modal yang terbatas
o  Penyebaran penduduk yang tidak merata sekarang menyebabkan penyebaran hasil industri juga tidak merata.
Industri di Indonesia digolongkan dalam beberapa industri lagi diantaranya:
Aneka industri
         Aneka industri dibentuk untuk menghasilkan bermacam-macam barang untuk keperluan sehari-hari. Aneka industri dapat dibagi lagi dalam beberapa industri lagi diantaranya:
Ø Aneka pengolahan sandang dan pangan
Ø Aneka kimia dan serat
Ø Aneka bahan bangunan
2. Industri logam dasar
         Kelompok industri yang termasuk dalam logam dasar antara lain:
·       Industri peralatan listrik
·       Industri motor mesin
·       Industri perlengkapan pabrik
·       Industri logam dasar menghasilkan besi beton, besi baja, dan anek produk alumunium.
3.Industri kecil
         Industri kecil mempunyai sifat:
·       Pemasarn terbatas
·       Modal relatif kecil
·       Jumlah tenaga kecil
·       Peralatan sangat sederhana.
4.Industri kimia dasar
        Industri ini merupakan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau bahan jadi menggunakan modal kerja yang besar, keahlian dan teknologi maju kimia dasar terdiri dari:
·       Industri semen
·       Industri kertas
·       Industri ban
5. Industri pariwisata atau fasilitatif.
C.Perekonomian nasional memiliki berbagai permasalahan dalam kaitannya dengan sektor industry dan perdagangan:
1.       Industri nasional selama ini lebih menekankan pada industri berskala luas dan industri teknologi tinggi. Adanya strategi ini mengakibatkan berkembangnya industry yang berbasis impor. Industri-industri tersebut sering terpukul oleh depresiasi mata uang rupiah yang tajam.
2.      Penyebaran industri belum merata karena masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Industri yang hanya terkonsentrasi pada satu kawasan ini tentulah tidak sejalan dengan kondisi geografis Indonesia yang menyebut dirinya sebagai negara kepulauan.
3.      Lemahnya kegiatan ekspor Indonesia yang tergantung pada kandungan impor bahan baku yang tinggi, Juga masih tingginya tingkat suku bunga pinjaman bank di Indonesia, apalagi belum sepenuhnya Indonesia diterima di pasar internasional
4.      Komposisi komoditi ekspor Indonesia pada umumnya bukan merupakan komoditi yang berdaya saing, melainkan karena berkaitan dengan tersedianya sumber daya alam seperti hasil perikanan, kopi, karet, dan kayu. Tersedianya tenaga kerja yang murah seperti pada industri tekstil, alas, dan barang elektronik
5.      Komoditi primer yang merupakan andalan ekspor Indonesia pada umumnya dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah yang diperoleh sangat kecil. Misalnya Indonesia mengekspor kayu dalam bentuk gelondongan, yang kemudian diimpor lagi dalam bentuk mebel karena terbatasnya penguasaan desain dan teknologi
6.      Masih relative rendahnya kualitas sumber daya manusia. Hal ini sangat dipengaruhi oleh sistem pendidikan formal dan pola pelaksanaan pelatihan yang cenderung masih bersifat umum dan kurang berorientasi pada perkembangan kebutuhan dunia usaha.
D. Strategi pembangunan sektor industri, dibagi menjadi dua yaitu: strategi pokok dan strategi operasional
·       Strategi Pokok
1.    Memperkuat keterkaitan pada semua tingkatan rantai nilai (value chain) dari industry termasuk kegiatan dari industri pendukung (supporting industries) industry terkait (related industries) industri penyedia infrastruktur, dan industry jasa penunjang lainnya.
2.    Meningkatkan nilai tambah sepanjang rantai nilai dengan membangun kompetensi inti.
3.    Meningkatkan produktivitas, efesiensi dan jenis sumber daya yang digunakan dalam industri, dan memfokuskan pada penggunaan sumber-sumber daya terbarukan (green product)
·       Strategi Operasional
1.    Pengembangan Lingkungan bisnis yang nyaman dan kondusif
2.    Fokus pengembangan industry dilakukan dengan mendorong pertumbuhan klaster industri prioritas

E. Jenis/  Macam-macam industri berdasarkan tempat bahan baku:
·       Industri ekstraktif adalah industry yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar. Contoh: pertanian, peternakan, perkebunan, perhutanan, perikanan, pertambangan, dan lain-lain.
·       Industri nonekstraktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.
·       Industri Fasilitatif  adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumen. Contoh: Asuransi, perbankan, transfortasi, ekspedisi, dan lain-lain.
 F. Golongan/ Macam industri berdasarkan besar kecil               modal:
ü Industri padat modal adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya.
ü Industri padat karya adalah industry yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.
G.Faktor pendorong industrialisasi
1.   Kemampuan teknologi dan inovasi.
2.   Laju pertumbuhan pendapatan nasional per kapita.

3.   Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar