Senin, 11 April 2016

SEKTOR PERTANIAN
         Pertanian adalah sektor utama perekonomian dari sebagian  besar negara-negara berkembang. Begitu juga dengan negara Indonesia yang masih mengandalkan pertanian sebagai salah satu perekonomian yang penting bagi negara dan cukup berpengaruh besar terhadap perkembangan negara.
         Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dikenal orang sebagai budidaya tanaman atau becocok tanam, serta pembesaran hewan ternak, meskipun cakupannya pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau ekploitasi hutan, dan
         Kegiatan manusia yang termasuk didalamnya yaitu becocok tanam, peternakan, perikanan, dan juga kehutanan itu juga dapat dikatan sebagai pengertian pertanian. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Negara Indonesia adalah sebagai petani, sehingga sektor pertanian sangat penting untik dikembangkan dinegara kita.

Cakupan petanian
          Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemnfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan , dan mikroba) untuk kepentingan manusia. Dalam arti sempit, pertanian juga diartikan sebagai kegiatan pemanfaatan sebidang lahan untuk membudiyakan jenis tanaman tertentu, terutama yang bersifat semusim
         Usaha pertanian diberi nama khusus untuk subjek usaha tani tertentu. Kehutanan adalah usaha tani dengan subjek tumbuhan (biasanya pohon) dan diusahakan pada lahan yang setengah liar atau liar (hutan). Peternakan menggunakan subjek hewan darat kering (khusunya semua vertebrata kecuali ika dan amfibi) atau serangga (misalnya lebah). Perikanan memiliki subjek hewan perairan (termasuk amfibia dan semua non-vertebrata air) Suatu usaha pertanian dapat melibatkan berbagai subjek bersama-sama dengan alasan efisiensi dan peningkatan keuntungan. Pertimbangan akan kelestarian lingkungan mengakibatkan aspek-aspek konservasi sumber daya alam juga menjadi bagian dalam usaha pertanian
Bentuk-bentuk pertanian di Indonesia
·       Sawah
   Sawah adalah suatu bentuk pertanian yang dilakukan dilahan basah dan memerlukan banyak air baik sawah irigasi, sawah lebak, sawah tadah hujan maupun sawah pasang surut
·       Tegalan
   Tegalan adalah sutau daerah dengan lahan kering yang bergantung pada pengairan air hujan, ditanami tanaman musiman atau tahunan dan terpisah dari lingkungan dalam sekitar rumah. Lahan tegalan tanahnya sulit untuk dbuat pengairan irigasi karena permukaan yang tidak rata. Pada saat musim kemarau lahan tegalan akan kering dan sulit untuk ditubumbuhi tanaman pertanian,



·       Pekarangan
    Pekarangan adalah suatu lahan yang berada di lingkungan dalam rumah (biasanya dipagari dan masuk ke wilayah rumah) yang dimanfaatkan / digunakan untuk ditanami taan pertanian.
·       Ladang Berpisah
    Ladang berpisah adalah suatu kegiatan pertanian yang dilakukan di banyak lahan hasil pembukaan hutan atau semak dimana setelah beberapa kali panen / ditanami, maka tanah sudah tidak subur sehingga perlu pindah ke lahan lain  yang subur atau lahan yang sudah lama tiah digarap.

Beberapa Hasil-Hasil Pertanian Di Indonesia

1.   Pertanian Tanaman Pangan
·       Padi
·       Jagung
·       Kedelai
·       Kacang tanah
·       Ubi jalar
·       Ketela pohon

2.   Pertanian Tanaman Perdagangan
·       Kopi
·       Teh
·       Kelapa
·       Karet
·       Kina
·       Cengkeh
·       Kapas
·       Tembakau
·       Kelapa sawit
·       Tebu

Peranan Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia
         Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki daratan yang sangat luas sehingga mata pencaharian penduduk sebagian besar adalah pada sektor pertanian. Pertanian dapat dilihat sebagai suatu yang sangat pembangunan ekonomi nasional yaitu sebagai berikut :
·       Ekspansi dari sektor-sektor ekonomi lainnya sangat tergantung pada pertumbuhan output dibidang pertanian, baik dari sisi permintaan maupun penawaran sebagai  sumber bahan baku bagi keperluan produksi di sektor-sektor lain seperti industri manufaktur  dan perdagangan.
·       Pertanian berperan sebagai sumber penting bagi pertumbuhan permintaan domestik bagi produk-produk dari sektor-sektor lainnya.
·       Sebagai suatu sumber modal untuk investasi disektor-sektor ekonomi lainnya.
·       Sebagai sumber penting bagi surplus perdagangan (sumber devisa)
Peranan Sektor Pertanian
        Sektor pertanian mengkontribusikan terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekomoni nasional dalam 4 bentuk yaitu:
·       Kontribusi Produk,  Penyediaan makanan untuk penduduk, penyediaan bahan baku untuk industri manufaktur seperti industri: tekstil, barang dari kulit, makanan dan minuman
·       Kontribusi Pasar, Pembentukan pasar domestik untuk barang industry dan konsumsi
·       Kontribusi Faktor Produksi, Penurunan peranan pertanian di pembanguna ekonomi, maka terjadi transfer surplus modal dan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor lain
·       Kontribusi Devisa, Pertanian sebagai sumber penting bagi surplus produk pertanian yang menggantikan produk impor

Kontribusi Produk
Ø Dalam system ekonomi terbuka, besar kontribusi produk sektor pertanian bisa lewat pasar dan lewat produksi dengan sektor non pertanian.
Ø Dari sisi pasar, Indonesia Menunjukkan pasar domestic didominasi oleh produk pertanian luar negeri seperti buah, beras dan sayuran hingga daging.
Ø Dari sisi keterkaitan produksi,Industri kelapa sawit dan rotan mengalami kesulitan bahan baku dalam negeri, karena bahan baku dijual ke luar negeri dengan harga yang lebih mahal.
Kontribusi Pasar
         Negara agraris merupakan sumber bagi pertumbuhan pasar domestic untuk produksi non pertanian seperti pengeluaran petani untuk produk industri (pupuk, pestisida dan lain-lain) dan produk konsumsi (pakaian, mebel dan lain-lain) keberhasilan kontribusi pasar dari sektor pertanian ke sektor non pertania tergantung:
Ø Pengaruh keterbukaan ekonomi, membuat pasar sektor non pertanian tidak hanya diisi dengan produk domestic, tapi juga impor sebagai pesaing, sehingga konsumsi yang tinggi dari petani tidak menjamin pertumbuhan yang tinggi sektor non pertanian.
Ø Jenis teknologi sektor pertanian, Semakin modern, maka semakin tinggi demand produk industry non pertanian.
Kontribusi Faktor Produksi
         Faktor produksi yang dapat dialihkan dari sektor pertanian ke sektor lain tanpa mengurangi volume produksi tenaga kerja dan modal.
Di Indonesia hubungan investasi pertanian dan non pertanian harus ditingkatkan agar ketergantungan Indonesia pada pinjaman luar negeri menurun. Kondisi yang harus dipenuhi untuk merealisasi hal tersebut:
Ø Harus ada surplus produk pertanian agar dapat dijual keluar sektornya. Market surplus ini harus tetap dijaga dan hal ini juga tergantung kepada factor penawan e Teknologi, Infrastruktur dan SDM dan factor permintaan e nilai tukar produk pertanian dan non pertanian baik di pasar domestic dan luar negeri.
Ø Petani harus net severs e pengeluaran konsumsi oleh petani < produksi.
Ø Tabungan petani > investasi sektor pertanian.
Kontribusi Devisa
Kontribusinya melalui:
Ø Secara langsung e ekspor produk pertanian dan mengurangi impor.
Ø Secara tidak langsung e peningkatan ekspor dan pengurangan impor produk berbasis pertanian seperti tekstil, makanan dan minuman, dan lain-lain.
        Kontradiksi kontribusi produk dan kontribusi devisa e peningkatan ekspor produk pertanian menyenyebabkan suplai dalam negeri kurang dan suplai dari produk impor. Peningkatan ekspor produk pertanian berakibat negative terhadap pasokan pasar dalam negeri. Untuk menghindari trade off ini dua hal yang harus dilakukan:
v Peningkatan kapasitas produksi

v Peningkatan daya saing produk-produk pertanian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar